Debut Perdana Atalanta di Liga Champions Berakhir Tragis

Atalanta mempunyai harapan saat melakukan debut perdana nya di kompetisi Liga Champions musim 2019/2020. Namun harapan ini berakhir dengan tragis untuk tim wakil asal Italia tersebut.

Performa dari Atalanta memang mengejutkan dimana mereka mampu untuk finish di posisi ketiga Serie A. Hal ini menjadi pencapaian terbaik Gli Oribici julukan bagi Atalanta, sepanjang sejarah klub itu.

Bahkan Atalanta juga jadi tim paling produktif dengan torehan 77 gol, mengalahkan Juventus dan Napoli, yang notabene punya skuat lebih mentereng. Duet Alejandro Gomez dan Duvan Zapata jadi ancaman untuk pertahanan lawan.

Tak hanya ada duet Gomez dan Zapata yang menakutkan, Atalanta juga mengandalkan Josep Ilicic. Trio itu membuat total 42 gol yang sudah pasti jadi momok untuk setiap lini belakang.

Penampilan ini menjadi salah satu modal berharga Atalanta dalam mengarungi kompetisi Liga Champions musim ini. Masih dengan tim skuat yang tak berubah dan serta mendatangkan Luis Muriel dari Sevilla, Gli Oribici menjadi salah satu tim yang bisa memberikan kejutan.

Tapi, Atalanta harus ingat kalau Liga Champions bukanlah kompetisi layaknya Serie A. Di sini tim-tim terbaik Eropa berkumpul dan butuh dari sekedar skuat ciamik untuk bisa bicara banyak.

Meski “cuma” menghadapi Dinamo Zagreb di Matchday I Grup C, Kamis (19/9/2019) dini hari WIB, Atalanta nyatanya dibuat tak berkutik. Meski mampu membuat 13 attempts, dengan delapan di antaranya mengarah ke gawang, Atalanta tak bisa bikin gol.

Dinamo malah mampu menang dengan skor telak 4-0 lewat torehan hat-trick Mislav Orsic. Atalanta pun terjerembab dan membukukan rekor buruk di laga debutnya, yakni tim Italia yang menelan kekalahan terbesar sejak AS Roma yang kalah 0-4 dari Barcelona pada 2015.

Tags :

Share Debut Perdana Atalanta di Liga Champions Berakhir Tragis

Email Facebook Google++ LinkedIn Pinterest Print Tumblr Twitter

  Artikel Terkait